Dieng Plateau berada pada ketinggian 2093 mdpl, terletak di antara dua kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Pemandangannya sangat indah dan sejak dulu sudah menjadi pusat perkembangan kebudayaan di Indonesia. Sekitar akhir abad ke-19, sudah banyak wisatawan berkunjung dan berwisata ke Dieng Plateau terutama Bangsa Belanda. Jelajahi wisata Dieng Plateau di Jawa Tengah, Indonesia dan temukan 1001 keunikan alam dan budaya lokal yang paling khas. di desa ini kita akan merasakan suasana yang tenang, sejuk, dan serasa tidak ingin meninggalkan tempat itu dengan cepat. kawasan dieng palteu terkenal dengan peninggalan sejarah seperti candi yang di kelilingi dengan pegunungan yang indah, selain itu juga ada kawah yang memanjakan kita dengan kehangatan bila di sekitar kawasan itu, terakhir ada telaga yang menampilkan keindahan warna biru pada airnya yang ada di kawasan itu.
berikut adalah beberapa kawasan tersebut dan sejarahnya:
1. Gunung Sikunir
Sikunir mungkin cuma bukit kecil, namun banyak kesan bisa didapat disini terutama kearena keindahan Golden Sunrisenya.
Sikunir Dieng tak pernah sepi dari pengunjung, Ratusan bahkan wisatawan berbondong ke tempat ini setiap minggunya. Bahkan di saat-saat tertentu seperti misalnya acara Dieng Culture Festival, Tahun Baru dan libur Panjang, Jalur ke Sikunir mengalami macet, penuh sesak oleh kendaraan para Pengunjung.
Jika anda start dari Kawasan Wisata Dieng, maka dibutuhkan waktu sekitar limabelas hingga tigapuluh menitan menggunakan kendaraan (waktu perjalanan sangat dipengaruhi kondisi dan rute jalan yang dilalui ) untuk mencapai desa sembungan untuk kemudian dilanjutkan pendakian ke Puncak Sikunir yang kurang lebih memakan waktu setengah Jam.
Jika anda menginap di Desa sembungan, anda bisa langsung melakukan pendakian dari titik start tempat Parkir dekat Telaga Cebong
Sikunir Dieng tak pernah sepi dari pengunjung, Ratusan bahkan wisatawan berbondong ke tempat ini setiap minggunya. Bahkan di saat-saat tertentu seperti misalnya acara Dieng Culture Festival, Tahun Baru dan libur Panjang, Jalur ke Sikunir mengalami macet, penuh sesak oleh kendaraan para Pengunjung.
Rute / Akses ke Sikunir
Sembungan, sebuah desa tertinggi di pulau jawa ini bisa dibilang basecampnya sikunir. Desa Sembungan merupakan titik start paling familiar yang digunakan para wisatawan untuk memulai pendakian ke Bukit Sikunir Dieng hingga Puncaknya demi mendapatkan pengalaman istimewa menjadi saksi detik-detik pergantian hari dan menyaksikan semburat mentari beranjak dari peraduan menciptakan pemandangan Istimewa serasa di puncak dunia.Jika anda start dari Kawasan Wisata Dieng, maka dibutuhkan waktu sekitar limabelas hingga tigapuluh menitan menggunakan kendaraan (waktu perjalanan sangat dipengaruhi kondisi dan rute jalan yang dilalui ) untuk mencapai desa sembungan untuk kemudian dilanjutkan pendakian ke Puncak Sikunir yang kurang lebih memakan waktu setengah Jam.
Jika anda menginap di Desa sembungan, anda bisa langsung melakukan pendakian dari titik start tempat Parkir dekat Telaga Cebong
2. Talaga Warna
Obyek wisata Telaga Warna Dieng (2.000 mdpl) merupakan salah satu obyek wisata unggulan di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng atau Dieng Plateau. Saat ini obyek wisata Telaga Warna Dieng ini sudah mulai tenar dikalangan wisatawan.
Telaga Warna Dieng tenar karena keindahan warna permukaannya yang bisa berubah-ubah setiap waktu, tergantung cuaca, sudut pandang, serta jarak pandang kita. Akan lebih indah lagi jika memandang fenomena perubahan warna permukaan Telaga Warna dari atas. Ada tempat-tempat strategis yang bisa didatangi wisatawan untuk mendapatkan view cantik itu.
Fenomena cantik inilah membuatnya ramai dikunjungi tiap waktu, apalagi saat musim liburan. Jadi, jangan heran saat liburan kawasan wisata Telaga Warna akan menjadi macet karena dibanjiri wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Bagi Anda yang berwisata ke Dieng, Telaga Warna layak diperhitungkan sebagai destinasi wisata Anda.
Letak atau Lokasi Telaga Warna Dieng
Telaga Warna Dieng yang berada di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng secara administrasi masuk wilayah Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berada di ketinggian 2.000 mdpl, Telaga Warna cukup mudah dicapai dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.Tidak jauh dari Telaga Warna terdapat obyek-obyek wisata lain yang masih satu kompleks dengan Telaga Warna. Yang paling jelas adalah Telaga Pengilon yang terletak persis di sebelah Telaga Warna. Selain itu ada juga gua-gua alam dan bangunan Dieng Plateau Theater yang terkenal.
3. Candi Arjuna
Kompleks Dataran Tinggi Dieng menyimpan sejuta peninggalan nenek moyang berupa candi, telaga, dan sejarah serta mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat sekitar. Salah satu objek wisata andalan di Dieng adalah Kompleks Percandian Arjurna. Di sana terdapat empat candi yang terletak bersebelahan menghadap ke barat yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan Candi Semar yang menghadap ke arah timur tepat di depan Candi Arjuna – yang terletak di ujung utara deretan percandian di kompleks tersebut.
Berbeda dengan Candi Prambanan yang besar dan tinggi, Candi Arjuna hanya sebesar 4 m2 dengan posisi bb ke arah barat. Pada pintu masuk dihiasi oleh kala makara yang dipercaya sebagai penjaga kesucian candi. Kala mempunyai arti raksasa yang menakutkan, sementara makara berarti wujud binatang dongeng Hindu yang terdiri dari campuran berbagai bentuk hewan seperti gajah, buaya, dan ikan. Dikarenakan bentuk kala makara yang menakutkan, diharapkan dapat menangkal roh-roh jahat yang mencoba memasuki candi (yang dianggap sebagai bangunan suci umat Hindu).
Meskipun ukuran candi di kompleks Candi Arjuna ini tidak sebesar candi Hindu di tempat lain, tetapi kawasan Candi Arjuna menempati area terluas (sekitar 1 ha) dari luas kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng seluruhnya yang mencapai luas 90 ha. Selain itu, lokasinya pun sangat strategis. Komplek Candi Arjuna terletak pada sebuah dataran terbuka yang dikelilingi komplek perkampungan Dieng.
Berbeda dengan Candi Prambanan yang besar dan tinggi, Candi Arjuna hanya sebesar 4 m2 dengan posisi bb ke arah barat. Pada pintu masuk dihiasi oleh kala makara yang dipercaya sebagai penjaga kesucian candi. Kala mempunyai arti raksasa yang menakutkan, sementara makara berarti wujud binatang dongeng Hindu yang terdiri dari campuran berbagai bentuk hewan seperti gajah, buaya, dan ikan. Dikarenakan bentuk kala makara yang menakutkan, diharapkan dapat menangkal roh-roh jahat yang mencoba memasuki candi (yang dianggap sebagai bangunan suci umat Hindu).
Meskipun ukuran candi di kompleks Candi Arjuna ini tidak sebesar candi Hindu di tempat lain, tetapi kawasan Candi Arjuna menempati area terluas (sekitar 1 ha) dari luas kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng seluruhnya yang mencapai luas 90 ha. Selain itu, lokasinya pun sangat strategis. Komplek Candi Arjuna terletak pada sebuah dataran terbuka yang dikelilingi komplek perkampungan Dieng.
Kompleks Candi Arjuna merupakan kelompok candi yang memiliki bentuk paling utuh sempurna dengan gaya arsitek yang sederhana namun menarik. Pucuk candi berbentuk Padma (bunga teratai). Di dalam Candi Arjuna dipercaya adanya air suci yang menggenang di dalam yoni (tempat untuk melahirkan). Masyarakat sekitar mempercayai bahwa air suci itu tidak pernah habis meskipun saat musim kemarau dan dianggap sakral hingga saat ini. Hal yang membedakan di kompleks candi ini dibandingkan dengan candi lainnya adalah di dalam setiap candi di kompleks Candi Arjuna, Anda tidak akan menemukan arca yang biasanya menghiasi candi. Sebagian besar arca yang berasal dari kompleks candi ini disimpan di Museum Kallasa sementara yang lainnya hilang.
Di sini, Anda tidak hanya dimanjakan dengan pemandangan kompleks candi yang begitu cantik dan kesejukan udaranya karena berada di ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut. Anda juga akan disuguhkan pentas seni Tarian Rampak Yakso Pringgondani. Tarian ini menceritakan peperangan antara Raden Gatotkaca didampingi oleh Palwangaseta (berwujud kera putih) melawan musuh dari Kerjaan Gilling Wesi yang dipimpin oleh Prabu Kaloprono dan Patih Sekapu yang membuat onar di khayangan. Tarian ini memiliki makna khusus bagi masyarakat Dieng sebagai upaya mendapatkan keselamatan dan berkah sepanjang hidup serta sebagai sarana menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetia kawanan yang didasari rasa hormat dan gotong royong hidup bersama.
Kompleks Candi Arjuna biasanya digunakan sebagai tempat pelaksanaan Galungan dan terkadang juga ruwatan anak gimbal. Ritual ruwatan rambut gimbal inilah yang menjadi andalan atraksi wisata budaya dalam Dieng Cultural Festival dan prosesi acara digelar di pelataran komplek Candi Arjuna. Pada prosesi tersebut, anak gimbal akan dimandikan dengan air yang berasal tujuh sumber, diarak, hingga dilempari beras kuning dan uang koin, kemudian dipotong rambut gimbalnya oleh pemuka adat sebelum dibuang ke Telaga Warna.
Akses menuju Kompleks Candi Arjuna sama dengan menuju Kompleks Dataran Tinggi Dieng. Pengunjung biasanya menggunakan jalur Kabupaten Wonosobo. Namun ada juga jalur utara melewati Kabupaten Banjarnegara atau bisa melewati Kabupaten Batang, Pekalongan. Transportasi menggunakan jalur tersebut dapat menggunakan angkutan umum (bus) maupun kendaraan pribadi. Harga tiket retribusinya pun cukup murah, Rp 5.000/orang untuk sekali masuk.
4. Kawah Sikidang
Kawah Sikidang Dieng termasuk obyek wisata unggulan Dieng yang wajib dikunjungi. Di antara kawah-kawah lainnya di Dieng, Kawah Sikidang adalah yang paling mudah dicapai dan dinikmati karena terletak di tanah datar. Kawah Sikidang Dieng juga terkenal dengan fenomena kolam kawahnya yang bisa berpindah atau melompat dalam satu kawasan yang luas. Itulah sebabnya Kawah Sikidang menjadi salah satu dari banyak kawah di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng yang paling diminati. Tiap minggu wisatawan berbondong-bondong menyaksikan aktivitas vulkanik yang dengan mudah bisa disaksikan langsung.Kawah Sikidang Dieng termasuk obyek wisata unggulan Dieng yang wajib dikunjungi. Di antara kawah-kawah lainnya di Dieng, Kawah Sikidang adalah yang paling mudah dicapai dan dinikmati karena terletak di tanah datar. Kawah Sikidang Dieng juga terkenal dengan fenomena kolam kawahnya yang bisa berpindah atau melompat dalam satu kawasan yang luas. Itulah sebabnya Kawah Sikidang menjadi salah satu dari banyak kawah di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng yang paling diminati. Tiap minggu wisatawan berbondong-bondong menyaksikan aktivitas vulkanik yang dengan mudah bisa disaksikan langsung.
Letak dan Tiket Masuk Kawah Sikidang Dieng
Kawah Sikidang Dieng terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, walaupun masih banyak yang mengatakan letaknya di Wonosobo. Untuk mencapainya juga sangat mudah karena letaknya dekat dengan Kompleks Candi Arjuna dan Candi Bima.Pesona Aktivitas Vulkanik Kawah Sikidang Dieng
Seperti kawah-kawah lainnya, Kawah Sikidang juga tinggi akan kandungan sulfur atau belerang serta zat beracun lainnya. Oleh sebab itu bau gas yang keluar sangat menyengat dan beracun. Untuk itu itu, jika berwisata ke Kawah Sikidang, Anda disarankan untuk memakai masker atau penutup mulut lainnya agar tidak keracunan gas. Anda juga harus mematuhi rambu-rambu yang tertera di dekat kawah yang melarang pengunjung untuk menyalakan api atau membuang puntung rokok ke dalam kawah. Api yang mengenai zat-zat dari gunung berapi bisa memicu ledakan dan kebakaran.Tanah di sekitar kawahpun ikut memutih karena kandungan sulfurnya. Itulah kenapa saat berada di kawasan Kawah Sikidang yang Anda lihat hanya tanah tandus berwarna keputihan karena pepohonan mati akibat aktivitas kawah. Terdapat lubang-lubang bekas kolam kawah di berbagai titik. Tanah di sekitar kawah juga sangat rapuh, jika tidak hati-hati tanahnya bisa ambrol dan Anda bisa tercebur ke kolam kawah yang sedang mendidih. Untuk tujuan keamanan, pengelola obyek wisata ini telah memasang pagar pembatas dari bambu untuk menjaga jarak aman dari kolah kawah agar tidak terlalu terpapar gas beracun dan tercebur ke kawah.








No comments:
Post a Comment